Pengertian Likuiditas Beserta Fungsi, Komponen dan Rumusnya

Posted on

Halo sobat excelkenya.com, kembali lagi nih di media informasi pendidikan yang bakal bikin kamu nambah wawasan dan pada kesempatan ini admin akan membahas tentang Pengertian likuiditas Beserta Fungsi, Komponen dan Rumusnya yang selengkapnya bisa kalian baca dibawah ini.

Apa Pengertian dari Likuiditas?

Pengertian Likuiditas Beserta Fungsi, Komponen dan Rumusnya

likuiditas merupakan kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajibannya untuk membayar utang jangka pendeknya (hutang dividen, hutang pajak, dan lainnya.)

Pendapat lain mengatakan bahwa arti likuiditas adalah kemampuan seseorang atau perusahaan untuk melunasi hutang yang harus segera dibayarkan (current liabilities) dengan menggunakan aset lancar.

Secara umum, tingkat likuiditas suatu perusahaan ditunjukkan dalam angka-angka tertentu, seperti; rasio cepat, rasio saat ini, dan rasio kas.

Dalam hal ini, semakin tinggi tingkat likuiditas suatu perusahaan, kinerja yang lebih baik dipertimbangkan. Untuk lebih memahami apa itu likuiditas, kita bisa merujuk pada pendapat para ahli berikut:

Menurut Handono Mardiyanto (2009: 54)

Pengertian likuiditas yaitu kemampuan sebuah perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek (utang) tepat waktu, termasuk melunasi hutang jangka panjang yang jatuh tempo pada tahun yang bersangkutan.

Menurut Syafrida Hani (2015: 121)

Pengertian likuiditas merupakan kemampuan sebuah perusahaan dalam memenuhi semua kewajiban keuangan yang dapat segera dicairkan atau yang telah jatuh tempo.

Fungsi dan Manfaat Likuiditas

Likuiditas perusahaan memiliki fungsi dan manfaatnya sendiri untuk proses operasi perusahaan. Fungsi dan manfaat likuiditas adalah sebagai berikut:

  • Untuk memfasilitasi pelanggan (untuk bank atau lembaga keuangan) yang ingin memberikan pinjaman atau penarikan dana.
  • Sebagai alat untuk memicu perusahaan dalam upaya meningkatkan kinerja.
  • Sebagai media dalam menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari.
  • Sebagai alat untuk mengantisipasi kebutuhan pendanaan yang mendesak atau mendadak.
Baca Juga :  Pengertian Warabala - Sejarah, Tipe, Keuntungan, Kerugian, Kerjasama

Komponen Likuiditas

Menurut Robert Fry Engle dan Joe Lange, dalam likuiditas ada tiga komponen dasar, yaitu; Kepadatan, Kedalaman, dan Ketahanan.

Masing-masing komponen ini saling terkait untuk menjaga tingkat likuiditas dan stabilitas ekonomi dalam suatu perusahaan.

Berikut ini adalah penjelasan dari tiga komponen:

  • Kerapatan : celah atau jarak yang terjadi antara harga normal suatu barang dengan harga yang disepakati.
  • Kedalaman : jumlah atau volume barang yang dijual dan dibeli pada tingkat harga tertentu.
  • Ketahanan : laju perubahan kecepatan harga dalam arah harga yang efisien meski telah melalui penyimpangan atau ketidakstabilan harga.

Rumus Mengukur Likuiditas

Secara umum, kita dapat mengukur likuiditas dari perbandingan antara aktiva lancar dan kewajiban lancar yang disebut rasio arus. Namun, ada juga perusahaan yang menggunakan rasio lain sebagai ukuran likuiditas.

Berikut ini adalah beberapa rasio untuk mengukur likuiditas yang umum digunakan:

Cash Ratio

Rasio kas adalah tingkat kemampuan perusahaan untuk membayar utang jangka pendek menggunakan dana tunai, misalnya rekening koran.

Cash Ratio = Cash Equivalent/ Current Liabilities

Current Ratio

Rasio lancar merupakan kemampuan suatu perusahaan dalam menggunakan aset lancar untuk membayar seluruh kewajiban atau utang lancar.

Current Ratio = Current Assets / Current Liabilities

Working Capital to Total Asset Ratio

Rasio Modal Kerja terhadap Total Aset (WCTA) adalah rasio yang dapat menilai likuiditas total aset dan posisi modal kerja.

WCTA = (Current Asset – Current Liabilities) / Total Assets

Quick Ratio

Quick Ratio merupakan tingkat kemampuan suatu perusahaan dalam membayar utang jangka pendek dengan aset lancar tanpa menghitung inventaris karena inventaris memerlukan proses panjang untuk diuangkan daripada aset lainnya.

Quick Ratio = (Current Assets – Inventory) / Current Liabilities

Cash Turnover Ratio

Rasio perputaran uang tunai adalah rasio yang menunjukkan nilai relatif dari nilai penjualan bersih ke pekerjaan bersih. Dalam hal ini, modal kerja bersih adalah semua komponen aset lancar dikurangi total utang lancar.

Cash Turnover Ratio = Penjualan Bersih / Modal Kerja Bersih

Jadi gimana teman-teman? apakah kalian sudah paham? jika belum yuk simak kembali dan baca juga artikel excelkenya.com biar kamu makin pinter hehehe. sayonara.

Baca Juga :  Manajemen Pendidikan - Pengertian, tujuan, Fungsi, serta Ruang Lingkup

Baca Juga :